Gangnam Style, Lagu Viral yang Membuat PSY Meraih Kesuksesan

Pada tahun 2012 siapa yang masih ingat dengan PSY pelantun lagu Gangnam Style. Dunia musik sempat heboh setelah perilisan sebuah lagu Pop asal Korea bertajuk “Gangnam Style” pada 15 Juli 2012 oleh PSY. Lagu itu merupakan lagu yang ditulis oleh PSY sendiri dan direkam sebagai single utama albumnya “PSY 6 (Six Rules)”.

Dilansir di laman The Things, Selasa (12/1), sejak kesuksesan lagu tersebut, PSY telah menjadi pendiri label musiknya sendiri. Dia mendirikan label bernama “P Nation”. Baru-baru ini P Nation menandatangani K-pop sensation, HyunA dan E’Dawn.

Namun demikian, PSY terus membuat musiknya sendiri. Dia pun sukses besar dalam memproduksi musik untuk orang lain di labelnya sendiri. Sampai saat ini, masih belum diketahui kabar apakah dia akan kembali merilis sebuah karya fenomenal seperti “Gangnam Style”. Tapi yang jelas, PSY untung sangat besar berkat karya tersebut.

Lagu itu sendiri berasal dari neologisme Korea Selatan yang pada dasarnya mengacu pada gaya hidup tertentu .Gaya hidup ini terkait dengan Distrik Gangnam Seoul, Korea Selatan. Area ini dikenal sangat trendi dan berkelas, menjadi inspirasi di balik lagu hit PSY.

 

Gaya Oppa Gangnam
오빤 강남스타일
Gaya Gangnam
강남스타일

Seorang wanita manusia yang hangat di siang hari
낮에는 따사로운 인간적인 여자
Seorang wanita berkelas yang tahu bagaimana menikmati secangkir kopi
커피 한잔의 여유를 아는 품격 있는 여자

Seorang wanita yang hatinya memanas saat malam tiba
밤이 오면 심장이 뜨거워지는 여자
Seorang wanita dengan twist seperti itu
그런 반전 있는 여자

Aku laki laki
나는 사나이
Seorang pria sehangat dirimu di siang hari
낮에는 너만큼 따사로운 그런 사나이

Pada tanggal 21 Desember 2012, video musik untuk “Gangnam Style“,menjadi video YouTube pertama yang ditonton satu miliar kali. Popularitas global video tersebut adalah studi kasus tentang kekuatan dan ketidakpastian konten viral internet. PSY telah terkenal di Korea selama satu dekade, serta mendapatkan penghargaan dan pengakuan, termasuk reputasinya yang kontroversial.

Meskipun musik pop Korea, atau K-Pop, semakin populer di luar Korea Selatan, PSY bukanlah bintang internasional saat itu, hingga “Gangnam Style” dirilis pada 15 Juli 2012 sebagai single utama dari albumnya PSY 6 (Six Rules), Part 1. Video itu lah yang akhirnya membuat PSY menjadi sensasi global.

Gangnam Style” adalah lelucon dari “posers and wannabes” yang diamati PSY di Distrik Gangnam yang modis di Seoul. Meskipun liriknya lucu, video itulah yang membuat lagu tersebut menjadi sensasi di luar Korea.

PSY dan lainnya menampilkan tarian “kuda tak terlihat”, di mana penyanyi tersebut berpura-pura menunggang kuda dan sesekali melempar laso di berbagai lokasi termasuk kandang kuda, bus, lapangan tenis, dan tempat-tempat lain di sekitar Seoul. Pada akhir Agustus 2012, video itu mengumpulkan lebih dari 3 juta tampilan YouTube dalam sehari, dan pada bulan Desember mencapai satu miliar tampilan yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa itu.

Meskipun tidak lagi menjadi video yang paling banyak ditonton di YouTube, “Gangnam Style” adalah fenomena budaya yang tak terhindarkan, menjadi pengantar K-Pop bagi jutaan orang di seluruh dunia dan sebagai contoh abadi dari kepopuleran internet.

Mengenal Kimchi, Makanan Wajib di Korea yang Punya Sejarah Panjang

Kimchi adalah makanan khas Korea yang telah menjadi populer di seluruh dunia. Makanan dengan ciri khas rasa yang asam dan pedas ini telah menjadi bagian penting dari budaya makan Korea selama berabad-abad dan mengalami perkembangan teknik pembuatan dan variasi bahan selama masa Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon.

Kimchi sendiri terbuat dari berbagai macam sayuran seperti kubis, wortel, sawi putih, lobak, dan lain-lain yang diawetkan dengan cara fermentasi menggunakan Gochujjang, bawang putih, dan lain-lain. Dari masa perang hingga era modern, kimchi tetap menjadi makanan yang sangat populer hingga saat ini dan bahkan diakui sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Dunia. Berikut adalah sejarah panjang mengenai Kimchi yang hadir sejak abad ke-10.

 

Sejarah Kimchi

Kimchi pertama kali muncul pada masa Dinasti Goryeo (918-1392). Pada saat itu, kimchi dibuat dengan cara mengawetkan sayuran dengan garam. Namun, pada masa Dinasti Joseon (1392-1910), bumbu seperti cabai, bawang putih, jahe, dan ikan teri yang dihancurkan mulai ditambahkan ke dalam kimchi, memberikan rasa yang lebih kaya dan bervariasi.

Pada abad ke-18, kimchi menjadi semakin populer di kalangan masyarakat Korea. Kimchi mulai dibuat dengan menggunakan berbagai jenis sayuran seperti kubis, lobak, mentimun, dan daun mustard.

Seiring waktu, teknik pembuatan kimchi pun semakin berkembang. Pada akhir abad ke-19, teknik pembuatan kimchi yang baru, yaitu dengan memanaskan bumbu-bumbu sebelum dicampur dengan sayuran, mulai digunakan. Teknik ini membantu mengurangi risiko pembusukan pada kimchi dan membuat kimchi lebih tahan lama.

 

 

Jenis-jenis Kimchi

Ada banyak jenis kimchi khas Korea yang dibuat dengan menggunakan berbagai jenis sayuran dan bumbu. Beberapa jenis kimchi yang paling populer termasuk:

 

Baechu Kimchi

Kimchi satu ini adalah jenis kimchi yang paling terkenal di seluruh dunia. Baechu kimchi dibuat dengan menggunakan sawi putih yang diiris tipis dan dicampur dengan bumbu-bumbu khas korea. selain dimakan langsung, baechu kimchi juga bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan, seperti pancake kimchi, sup kimchi, atau kimchi fried rice.

 

Kkakdugi Kimchi

Kkakdugi dibuat dengan menggunakan lobak putih yang dipotong dadu kecil sehingga terasa lebih renyah. Selain lezat, kkakdugi mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, vitamin C, dan vitamin K.

 

Chonggak Kimchi

Kimchi jenis ini dibuat dengan menggunakan lobak bulat kecil yang disebut chonggak. Chonggak kimchi memiliki rasa yang lebih kuat dan pedas daripada jenis kimchi lainnya.

 

Gat Kimchi

Jika kebanyakan kimchi memiliki tekstur yang renyah, gat kimchi memiliki tekstur yang lebih lebut karena dibuat menggunakan daun mustard atau sawi hijau. Gat kimchi memiliki rasa yang lebih tajam dan asam daripada baechu kimchi dan sangat terkenal di provinsi Cholla.

 

Oi Sobagi Kimchi

Tidak berbeda dengan Indonesia, orang Korea juga memanfaatkan timun untuk dijadikan acar atau di Korea dikenal dengan nama oi sobagi kimchi. Kimchi jenis ini dibuat dengan menggunakan timun yang diisi dengan wortel dan bumbu seperti cabai, bawang putih, dan jahe. Oi sobagi memiliki rasa yang segar dan renyah sehingga sangat cocok untuk dimakan saat musim panas.

 

Itu dia sejarah lengkap dan juga beberapa jenis yang terkenal. Kalau kamu ingin mencicipi sensasi makan baechu kimchi dengan daging bulgogi yang dipanggang langsung, kamu bisa langsung coba pesan paket grilled di Hyang-Yu juga lho!

 

 

Content Writer : Faricha Tresna Ning Adinda

Mengenal Cusheok, Hari Raya Terbesar Untuk Mengenang Leluhur di Korea Selatan

Jika di Indonesia ada banyak momen besar keagamaan seperti Idul Fitri atau Natal yang identik dengan kumpul keluarga, maka di Korea Selatan ada satu hari perayaan yang dirayakan oleh semua masyarakatnya yaitu, Cusheok.

Cusheok adalah salah satu perayaan yang sangat penting bagi masyarakat Korea Selatan. Meskipun dirayakan dengan cara yang sederhana, perayaan ini memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Korea Selatan. Sebab, perayaan ini menunjukkan betapa pentingnya keluarga dan leluhur dalam budaya Korea Selatan.

 

 

Sejarah Cusheok

Kata Cusheok (추석) sendiri memiliki arti “pembacaan musim gugur”. Perayaan ini biasanya dirayakan ketika bulan purnama terlihat paling besar dan terang di langit. Perayaan ini juga dikenal sebagai “Thanksgiving Day” ala Korea Selatan.

Cusheok awalnya dirayakan oleh petani Korea Selatan sebagai perayaan panen musim gugur. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Cusheok menjadi perayaan yang lebih luas dan memiliki makna yang lebih dalam. Perayaan ini dianggap sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman untuk memperingati leluhur mereka yang telah meninggal.

 

 

Tradisi Dalam Cusheok

Salah satu tradisi Cusheok yang paling terkenal adalah berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman. Sama seperti lebaran di Indonesia, mudik yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan ini juga kerap menimbulkan kemacetan di berbagai titik. Melansir dari The Korea Times, pada saat perayaan Cusheok tahun 2022 lalu ada lebih dari 30 juta kendaraan yang berpergian selama perayaan Cusheok.

Setelah sampai di kampung halaman, masyarakat Korea Selatan biasanya melanjutkan acara dengan memasak makanan khas Korea Selatan seperti Songpyeon (kue ketan isi kacang merah), Jeon (pancake sayuran), dan Galbijjim (daging panggang). Makanan-makanan ini biasanya disajikan di atas meja besar di ruang keluarga. Setiap anggota keluarga akan duduk bersama dan makan bersama-sama sambil memperingati leluhur mereka atau yang disebut dengan Seongmyo.

Selain memasak makanan khas Korea Selatan, Cusheok juga melibatkan kegiatan seperti berdoa di kuil, mengunjungi makam leluhur, dan mengenakan pakaian tradisional Korea Selatan yang disebut Hanbok. Beberapa keluarga juga mengadakan acara “Ganggangsullae” yang merupakan tarian tradisional Korea Selatan yang biasanya dilakukan oleh perempuan.

Tradisi Chuseok berikutnya di zaman modern ini adalah saling memberikan hadiah. Orang Korea tidak akan memberikan hadiah hanya kepada kerabat ataupun saudara. Tetapai mereka juga akan memberikannya kepada teman dan rekan bisnis untuk menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan terhadap mereka.

 

Meski tidak dapat merayakan Cusheok seperti di Korea Selatan, tapi kamu bisa menikmati suasana lebaran dengan makanan dari Hyang-Yu yang mempunyai rasa otentik khas Korea Selatan.

 

 

Content Writer :

Faricha Tresna Ning Adinda

Menjelajahi Keindahan Musim Semi di Korea Selatan Melalui 6 Festival Keren Ini!

Musim semi adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Korea Selatan, karena ada berbagai macam festival dan atraksi menarik yang hanya dapat dinikmati pada musim ini. Pada musim ini, cuaca di Korea Selatan juga sangat nyaman dan sejuk sehingga wisatawan dapat menikmati wisata dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Salah satu festival yang paling banyak menarik perhatian para wisatawan adalah festival bunga sakura yang tersebar di banyak penjuru Korea Selatan. Selain dari festival bunga sakura, ada banyak juga festival menarik lainnya seperti festival kembang api, festival kuliner, festival musik, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah 6 festival yang bisa kamu kunjungi saat musim semi di Korea Selatan!

 

 

1. Jinhae Cherry Blossom Festival

Untuk kamu yang ingin merasakan suasana romantis, Jinhae Cherry Blossom Festival adalah salah satu festival musim semi yang tidak boleh dilewatkan karena festival ini akan mengajak para wisatawan merasakan keindahan bunga sakura di Korea Selatan.

Festival bunga sakura ini biasanya diadakan pada awal bulan April dan berlangsung selama seminggu. Selama festival, kota Jinhae dihiasi dengan ribuan pohon sakura yang bermekaran. Selain menikmati keindahan bunga sakura, para wisatawan juga dapat menikmati berbagai acara dan pertunjukan seperti parade, pesta kembang api, dan pertunjukan seni tradisional Korea.

 

 

2. Hampyeong Butterfly Festival

Hampyeong Butterfly Festival adalah festival kupu-kupu yang diadakan setiap tahun di Hampyeong-gun, Korea Selatan. Festival ini diadakan pada bulan April hingga Mei, di mana para pengunjung dapat menikmati keindahan ribuan kupu-kupu yang terbang bebas di alam terbuka.

Selain dapat berinteraksi dengan kupu-kupu, kamu juga dapat menikmati pertunjukan, pameran, dan kegiatan yang terkait dengan kupu-kupu, seperti membuat sarang kupu-kupu. Selain itu, festival ini juga menawarkan makanan khas lokal dan produk-produk seni dan kerajinan tangan.

 

 

3. Seoul Lotus Lantern Festival

Setelah lelah seharian melihat bunga sakura, kamu bisa mengunjungi Seoul Lotus Lantern Festival. Festival ini merupakan salah satu festival budaya tradisional Korea Selatan yang diadakan setiap tahun pada bulan Mei di kota Seoul. Festival ini diadakan untuk memperingati kelahiran Buddha dan menampilkan ribuan lentera lotus yang berwarna-warni yang ditempatkan di seluruh kota Seoul.

 

 

4. Boseong Green Tea Festival

Boseong Green Tea Festival adalah festival teh hijau yang diadakan setiap tahun di Boseong, Korea Selatan. Festival ini adalah destinasi wisata yang sempurna bagi para pecinta teh hijau dan pecinta alam yang ingin menikmati keindahan perkebunan teh hijau yang menakjubkan.

Festival ini menampilkan keindahan perkebunan teh hijau dan menawarkan pengalaman yang menarik bagi para pengunjung. Terdapat banyak acara dan kegiatan dalam festival ini seperti pertunjukan seni, sesi memasak, dan aktivitas yang terkait dengan budaya teh hijau Korea Selatan.

 

 

5. Jeju Canola Flower Festival

Selain terkenal dengan pertanian jeruk, Pulau Jeju juga terkenal dengan festival bunga canola atau yang biasa disebut dengan Jeju Canola Flower Festival. Festival ini biasanya diadakan selama bulan April dan Mei, yang merupakan musim semi di Korea Selatan.

Selain menikmati keindahan bunga canola yang bermekaran di pulau Jeju, kamu juga dapat menikmati pemandangan laut yang indah dan menikmati kuliner khas Jeju seperti abalone dan ikan segar.

 

 

6. Pinnacle Land Spring Flower Festival

Pinnacle Land Spring Flower Festival menjadi salah satu destinasi wisata musim semi yang sangat populer di Korea Selatan dan wajib dikunjungi bagi para penggemar bunga dan alam. Festival ini menampilkan keindahan bunga-bunga musim semi seperti tulip, muscari, dan crocus yang bermekaran di sekitar taman.

Festival ini biasanya diadakan selama bulan April dan Mei, yang merupakan musim semi di Korea Selatan. Festival ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Chuncheon dan menarik pengunjung dari seluruh Korea Selatan dan luar negeri.

 

 

Content Writer : Faricha Tresna Ning Adinda