Mengenal Cusheok, Hari Raya Terbesar Untuk Mengenang Leluhur di Korea Selatan

Jika di Indonesia ada banyak momen besar keagamaan seperti Idul Fitri atau Natal yang identik dengan kumpul keluarga, maka di Korea Selatan ada satu hari perayaan yang dirayakan oleh semua masyarakatnya yaitu, Cusheok.

Cusheok adalah salah satu perayaan yang sangat penting bagi masyarakat Korea Selatan. Meskipun dirayakan dengan cara yang sederhana, perayaan ini memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Korea Selatan. Sebab, perayaan ini menunjukkan betapa pentingnya keluarga dan leluhur dalam budaya Korea Selatan.

 

 

Sejarah Cusheok

Kata Cusheok (추석) sendiri memiliki arti “pembacaan musim gugur”. Perayaan ini biasanya dirayakan ketika bulan purnama terlihat paling besar dan terang di langit. Perayaan ini juga dikenal sebagai “Thanksgiving Day” ala Korea Selatan.

Cusheok awalnya dirayakan oleh petani Korea Selatan sebagai perayaan panen musim gugur. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Cusheok menjadi perayaan yang lebih luas dan memiliki makna yang lebih dalam. Perayaan ini dianggap sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman untuk memperingati leluhur mereka yang telah meninggal.

 

 

Tradisi Dalam Cusheok

Salah satu tradisi Cusheok yang paling terkenal adalah berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman. Sama seperti lebaran di Indonesia, mudik yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan ini juga kerap menimbulkan kemacetan di berbagai titik. Melansir dari The Korea Times, pada saat perayaan Cusheok tahun 2022 lalu ada lebih dari 30 juta kendaraan yang berpergian selama perayaan Cusheok.

Setelah sampai di kampung halaman, masyarakat Korea Selatan biasanya melanjutkan acara dengan memasak makanan khas Korea Selatan seperti Songpyeon (kue ketan isi kacang merah), Jeon (pancake sayuran), dan Galbijjim (daging panggang). Makanan-makanan ini biasanya disajikan di atas meja besar di ruang keluarga. Setiap anggota keluarga akan duduk bersama dan makan bersama-sama sambil memperingati leluhur mereka atau yang disebut dengan Seongmyo.

Selain memasak makanan khas Korea Selatan, Cusheok juga melibatkan kegiatan seperti berdoa di kuil, mengunjungi makam leluhur, dan mengenakan pakaian tradisional Korea Selatan yang disebut Hanbok. Beberapa keluarga juga mengadakan acara “Ganggangsullae” yang merupakan tarian tradisional Korea Selatan yang biasanya dilakukan oleh perempuan.

Tradisi Chuseok berikutnya di zaman modern ini adalah saling memberikan hadiah. Orang Korea tidak akan memberikan hadiah hanya kepada kerabat ataupun saudara. Tetapai mereka juga akan memberikannya kepada teman dan rekan bisnis untuk menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan terhadap mereka.

 

Meski tidak dapat merayakan Cusheok seperti di Korea Selatan, tapi kamu bisa menikmati suasana lebaran dengan makanan dari Hyang-Yu yang mempunyai rasa otentik khas Korea Selatan.

 

 

Content Writer :

Faricha Tresna Ning Adinda

Menjelajahi Keindahan Musim Semi di Korea Selatan Melalui 6 Festival Keren Ini!

Musim semi adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Korea Selatan, karena ada berbagai macam festival dan atraksi menarik yang hanya dapat dinikmati pada musim ini. Pada musim ini, cuaca di Korea Selatan juga sangat nyaman dan sejuk sehingga wisatawan dapat menikmati wisata dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Salah satu festival yang paling banyak menarik perhatian para wisatawan adalah festival bunga sakura yang tersebar di banyak penjuru Korea Selatan. Selain dari festival bunga sakura, ada banyak juga festival menarik lainnya seperti festival kembang api, festival kuliner, festival musik, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah 6 festival yang bisa kamu kunjungi saat musim semi di Korea Selatan!

 

 

1. Jinhae Cherry Blossom Festival

Untuk kamu yang ingin merasakan suasana romantis, Jinhae Cherry Blossom Festival adalah salah satu festival musim semi yang tidak boleh dilewatkan karena festival ini akan mengajak para wisatawan merasakan keindahan bunga sakura di Korea Selatan.

Festival bunga sakura ini biasanya diadakan pada awal bulan April dan berlangsung selama seminggu. Selama festival, kota Jinhae dihiasi dengan ribuan pohon sakura yang bermekaran. Selain menikmati keindahan bunga sakura, para wisatawan juga dapat menikmati berbagai acara dan pertunjukan seperti parade, pesta kembang api, dan pertunjukan seni tradisional Korea.

 

 

2. Hampyeong Butterfly Festival

Hampyeong Butterfly Festival adalah festival kupu-kupu yang diadakan setiap tahun di Hampyeong-gun, Korea Selatan. Festival ini diadakan pada bulan April hingga Mei, di mana para pengunjung dapat menikmati keindahan ribuan kupu-kupu yang terbang bebas di alam terbuka.

Selain dapat berinteraksi dengan kupu-kupu, kamu juga dapat menikmati pertunjukan, pameran, dan kegiatan yang terkait dengan kupu-kupu, seperti membuat sarang kupu-kupu. Selain itu, festival ini juga menawarkan makanan khas lokal dan produk-produk seni dan kerajinan tangan.

 

 

3. Seoul Lotus Lantern Festival

Setelah lelah seharian melihat bunga sakura, kamu bisa mengunjungi Seoul Lotus Lantern Festival. Festival ini merupakan salah satu festival budaya tradisional Korea Selatan yang diadakan setiap tahun pada bulan Mei di kota Seoul. Festival ini diadakan untuk memperingati kelahiran Buddha dan menampilkan ribuan lentera lotus yang berwarna-warni yang ditempatkan di seluruh kota Seoul.

 

 

4. Boseong Green Tea Festival

Boseong Green Tea Festival adalah festival teh hijau yang diadakan setiap tahun di Boseong, Korea Selatan. Festival ini adalah destinasi wisata yang sempurna bagi para pecinta teh hijau dan pecinta alam yang ingin menikmati keindahan perkebunan teh hijau yang menakjubkan.

Festival ini menampilkan keindahan perkebunan teh hijau dan menawarkan pengalaman yang menarik bagi para pengunjung. Terdapat banyak acara dan kegiatan dalam festival ini seperti pertunjukan seni, sesi memasak, dan aktivitas yang terkait dengan budaya teh hijau Korea Selatan.

 

 

5. Jeju Canola Flower Festival

Selain terkenal dengan pertanian jeruk, Pulau Jeju juga terkenal dengan festival bunga canola atau yang biasa disebut dengan Jeju Canola Flower Festival. Festival ini biasanya diadakan selama bulan April dan Mei, yang merupakan musim semi di Korea Selatan.

Selain menikmati keindahan bunga canola yang bermekaran di pulau Jeju, kamu juga dapat menikmati pemandangan laut yang indah dan menikmati kuliner khas Jeju seperti abalone dan ikan segar.

 

 

6. Pinnacle Land Spring Flower Festival

Pinnacle Land Spring Flower Festival menjadi salah satu destinasi wisata musim semi yang sangat populer di Korea Selatan dan wajib dikunjungi bagi para penggemar bunga dan alam. Festival ini menampilkan keindahan bunga-bunga musim semi seperti tulip, muscari, dan crocus yang bermekaran di sekitar taman.

Festival ini biasanya diadakan selama bulan April dan Mei, yang merupakan musim semi di Korea Selatan. Festival ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Chuncheon dan menarik pengunjung dari seluruh Korea Selatan dan luar negeri.

 

 

Content Writer : Faricha Tresna Ning Adinda